Sunday, 14 December 2014

Masih Mau Menabung?

Pada intinya menabung tak akan membuat kita kaya. Menabung pada prinsipnya adalah proses menyisihkan sebagian kecil materi yang kita miliki. Jika dilakukan secara berkala menabung memang akan menumpuk uang kita menjadi banyak. Tapi banyak bukan selalu berarti kaya.
menabung
Dahulu ketika kita kecil kita pernah mendapatkan peribahasa “ Hemat Pangkal Kaya, Rajin Pangkal Pandai”. Jika kalian kecil era 90’an rasa-rasaya tak mungkin jika tak pernah mendengar peribahasa ini. Coba baca kembali peribasa tadi, disitu disebutkan bahwasanya hemat yang membuat kaya bukan menabung. Dalam posting kali ini aku akan berbagi sudut pandangku untuk menguatkan mengapa menabung tak membuat kita kaya.

Benar proses menabung tadi bisa menyimpan uang, namun untuk menjadi kaya. Menabung ini hanya langkah awal dan harus ada tindak lanjutnya. Apa langkah selanjutnya yang membuat teman semua kaya? Cukup dengan satu kegiatan yaitu Putarkan uang hasil menabung tadi hingga kalian semua bisa mendapatkan penghasilan dari situ. Entah itu active income atau akan lebih baik lagi jika passive income.

Beberapa yang lalu ada bisnis yang sedang trend yakni bisnis properti. Sepertinya aku rekomendasikan bisnis ini dalam proses pemutaran uang hasil dari menabung tadi. Untuk kalangan mahasiswa dan pekerja muda yang masih belum memiliki pendapatan yang begitu besar bisa nih coba bisnis ini. Tak perlu harus properti yang mahal, bisa saja mulai dari barang-barang elektronik seperti HP, Gadget, dan Laptop karena nampaknya tak perlu modal yang besar dan bisa terjangkau.

Jadi mulailah dari menabung dan tindak lanjuti dengan berbisnis. Jangan takut akan ada banyak halangan dan rintangan, karena pada akhirnya kita akan disebut sukses ketika telah melewatinya. Salam damai Hilal

Wednesday, 10 December 2014

YAYASAN PERPUSTAKAAN DESA MINI

Ketertarikanku akan dunia pendidikan rupanya tak pernah memudar, meski kini aku sedang belajar di lingkup yang beda yakni “Kesehatan”. Berkaitan dengan dunia pendidikan ini aku ingin mendirikan Yayasan Perpustakaan Desa Mini (PUSDEMI).

Untuk itu mulailah aku melakukan diskusi sana sini kesemua teman-teman terdekat. Dengan melakukan banyak diskusi ini, banyak dari mereka merasa pesimis dengan niatanku ini akan tetapi tak sedikit pula yang mendukung dan memberikan saran-saran untuk rencanaku ini. Jadi per tanggal 07 Desember 2014  aku sudah benar-benar memantapkan niat untuk mendirikan yayasan PUSDEMI. Kuakui secara resmi yayasan PUSDEMI ini belum terbentuk dan aku akan terus berusaha untuk mewujudkannya agar bisa berdiri secara resmi.

 
Jadi yayasan PUSDEMI ini aku dirikan dengan tujuan untuk membudayakan gemar membaca khususnya dikalangan anak-anak di Desa Kalirandu tempatku tinggal. Selain itu yayasan ini juga sebagai bentuk nyata dari Gerakan Satu Buku Tiap Bulan yang aku gagas DISINI

Kuakui jalan masih panjang agar yayasan PUSDEMI ini bisa benar-benar berdiri secara legal dan nyata. Untuk itu aku minta doa dari teman-teman semua serta saran dan kritik atau apapun yang ingin disampaikan terkait yayasan PUSDEMI ini, sampaikanlah dikolom komentar. Bantuan kalian semua ga bisa aku balas satu persatu tapi yang jelas hal itu akan sangat membantuku… Salam damai HILAL.

Sunday, 7 December 2014

Mantra “simsalabim”


Mantra adalah sebuah perkataan atau kalimat yang memiliki daya magis yang mampu merubah sesuatu, setidaknya itu pendapatku tentang sebuah mantra. Kali ini aku akan berbagi sebuah mantra yang biasanya kita punya ketika kita kecil dulu.

 Mantra Masa Kecil

Sebelum kita remaja atau dewasa tentunnya kita akan melewati masa kanak-kanak atau masa kecil terlebih dahulu. Masa  dimana kita mampu menjadi apa saja, melakukan apa saja dan percaya akan apa saja. Masa dimana ada “simsalabim” yang aku anggap sebagai mantra masa kecil, mantra ini tak pernah kita sebutkan akan tetapi kita mempercayainnya. Ingatkah teman semua saat kita kecil semuanya menjadi mungkin, kita mengenakan sebuah sarung yang diikat dileher berlarian dan “simsalabim” kita menjadi superman, kita memakai topeng kertas buatan sendiri dan “simsalabim” berubah menjadi power ranger yang membasmi kejahatan, atau kita sekedar memanjat pohon hingga puncak dan merasa telah ada dipuncak tertinggi dunia.

Namun setelah kita beranjak remaja atau dewasa moment itu mulai memudar atau bahkan hilang. Perkembangan fikiran kita yang menjadi lebih cerdas kini sudah enggan menerima hal-hal yang kita pecayai semasa kecil dulu. Saat menemui kesusahan, kita akan lebih susah mencari solusi karena fikiran kita berfikir tak ada lagi jalan keluar. Atau ketika kita ingin memulai sesuatu, selalu terhenti karena fikiran kita berfikir, apakah ini akan berjalan lama? Atau apakah ini bisa berjalan sesuai apa yang aku rencanakan? Hingga akhirnya “simsalabim” yang semasa kecil berfungsi kini di saat kita remaja atau dewasa tak lagi berjalan.

Kini aku remaja yang sedang beranjak dewasa. Aku yang merasa kehilangan mantra “simsalabim” yang begitu berfungsi ketika aku kecil dulu. Aku rindu akan mantra itu, aku ingin kembali memilikinya. Tuhan biarkan aku memiliki kembali mantra itu agar aku bisa lebih kuat menghadapi masalah dan ujian yang engkau berikan. 

Sebagai penutup tetaplah memiliki sebagian masa kecil kalian untuk mengaktifkan mantra itu meskipun kita telah menjadi remaja dan dewasa. Karena kadang kita akan membutuhkan mantra itu untuk mengarungi kehidupan. Salam damai Hilal