Saturday, 22 November 2014

Modal “Nol” itu tak pernah ada.



Aku sering membaca dan mendengar beberapa statement para pelaku bisnis atau pengusaha yang sering berucap bisnis itu hanya bermodal “Nol” atau kadang berucap berbisnis itu ga mahal cukup dengan modal “Nol”.

  Bisnis

Nah berhubungan dengan statement itu, aku memiliki pendapat yang berbeda.Bukan berarti pendapat mereka salah atau kurang bagus. Hanya saja aku memiliki pemikiran yang berbeda perihal modal “Nol” dalam berbisnis. Pandangan atau pendapatku ga ada yang namanya modal “Nol” untuk bidang bisnis apapun. Jadi hematku apapun bisnis atau usaha yang akan teman-teman geluti itu akan selalu membutuhkan modal, mulai dari niat ingin berbisnis, lalu mencari ide bisnis apa, terus menyusun plan apa yang akan dilakukan, sampai ke tahap membangun bisnis kalian sendiri. Semua itu Modal awal yang memang tidak membutuhkan materi (dalam hal ini uang) akan tetapi hal ini lebih berharga dari uang karena jika diuangkan sebuah ide itu tak akan mampu dibeli dengan uang berapapun dan itu berarti bahwa Modal tidak sama dengan “Nol”.

 Modal Awal

Saranku apapun bisnis atau usaha yang teman akan coba. Meskipun itu hanya bermodal ide jangan pernah berfikiran kalau usaha kalian itu bermodal “Nol”. Logikanya jika kita merasa telah keluar modal yang akan kita lakukan pertama adalah berfikir bagaimana untuk mengembalikan modal kita dan meraup untung. Selamat berbisnis kawanku karena kata om BOB “Sekecil apapun bisnismu kamu akan menjadi Bos”.
Kalau teman ada yang memiliki pendapat berbeda jangan sungkan berbagi ya.

Tuesday, 18 November 2014

Pemanis blog yang baru aku temukan

Jadi  biar tampilan blog lebih kece and bisa bikin pembaca sedikit penasaran. Karena biasanya yang keliahatan penasaran itu menarik untuk dicari tahu hehe. Nah untuk itu aku baru bisa menerapkannya dengan ini

Monday, 17 November 2014

Harga BBM kembali melambung

Fenomena ini sebenarnya sudah tidak mengagetkan lagi dikarenakan sudah dari jauh-jauh hari bapak Jokowi sudah sering mengatakan akan menaikan BBM dan mengalihkan subsidinya ke arah yang lebih tepat. Oke bahasan politiknya udah karena aku tak begitu expert dalam politik hehehe

Dari fenomena kenaikan harga BBM ini aku selalu melihat kejadian unik di hari sebelum harga BBM resmi naik yaitu tanggal 17 November. Kenapa sehari sebelum harga BBM naik selalu ada antrian panjang di SPBU? Kenapa mereka rela mengantri panjang dan menghabiskan waktunya di SPBU. Oke kita akan mendapatkan keuntungan semisal kita mengantri pada hari itu, kita anggap sepeda motor full 4liter x Rp.6.500 (sebelum harga BBM naik) = Rp.26.000. Logikanya kita hanya dapat keuntungan sebesar Rp.2.000 tiap liternya, dikalikan 4 jadi total kita dapat untung sebesar 8.000. Setelah premium dalam sepeda motor kita habis, mau tidak mau kita harus membeli premium dengan harga baru sebesar Rp.8.500. 

Keuntungan yang Rp8.000 tadi ga cukup buat membeli premium 1liter jadi apakah sepadan peroses mengantri mereka dengan kejadian ini? Bagaimana menurut teman sekalian?
Kalau menurutku mending ga usah ikutan ngantri, toh harga BBM tetap akan berubah hehehe