Minggu, 13 April 2014

Informasi lomba menulis



Oke lama tak jumpa kawanku pembaca sekalian. Biasa siklus yang masih sulit untuk ku tangani ( yakni semangat yang kadang suka ilang ga tau kemana ). 

Kali ini aku datang membawa informasi lomba buat teman-teman semua. Buat yang doyan nulis puisi ini dia saatnya tujukan pada dunia bakat yang kau punya.
Cara daftar dan ketentuan lebih lanjut klik aja  DISINI

Deadline-nya tanggal 01 Mei buruan ikutan ya :)

Jumat, 28 Maret 2014

HIV/AIDS

Halo teman semua? kali ini aku akan membahas masalah kesehatan mengenai HIV/AIDS, disini aku ga akan menjelaskan apa pengertian dan ciri-ciri penderita karena di google pasti temen-temen bisa menemukan itu semua.


HIV/AIDS

Jadi HIV/AIDS di Indonesia itu kebanyakan kasusnya disebabkan oleh penggunaan jarum suntik bukan melakukan SEX BEBAS seperti yang ada di mainset masyarakat kita kalau denger ada penderita HIV/AIDS. Memang sex bebas bisa menimbulkan HIV/AIDS namun di Indonesia factor ini masih kalah gawatnya dengan penggunaan jarum suntik.

Kenapa jarum suntik?? itu dikarenakan orang yang lagi sakau setelah makai ga mungkin bakalan nyari jarum suntik yang masih steril, maklum kan dah fly. Nah kalau free sex udah banyak sosialisasi yang menjelaskan cara meminimalisir agar kegiatan ini tidak menularkan HIV/AIDS yakni dengan penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom. Masalah cara penularanya cari sendiri dim bah google ya teman semua, ada banyak ko yang ngebahas itu.

Nah untuk penutup kali ini aku mau bertanya apa yang akan temen-temen lakukan kalau ada temen yang terkena? ( ya udah aku jauhin aja dari pada tertular )

Terus kalau yang terkena sahabat kamu gimana? ( mungkin akan aku bantu support positif )

Kalau sahabat di support, ketika yang terkena saudara dari Bapak atau Ibu mau bagaimana? ( ya ikut bantu cari cara untuk penyembuhannya )

Andai kata ternyata yang menderita itu adik atau kakak kamu? ( pastinya aku akan kerahkan semua baik tenaga dan materi serta doa untuk kesembuhan )

Ketika ternyata faktanya kita yang terkena? (doaku sih semoga ini tidak terjadi amin)
Apakah kita hanya akan menunggu saudara kandung kita yang membantu?
Apakah kita sanggup dijauhi teman-teman kita?
Apakah kita bisa mengganti seorang sahabat dengan buku diary untuk mendengarkan cerita kita?
Mari kita renungkan….

Np: Jawaban diatas adalah imajinasiku sendiri, tapi perasaanku mengatakan itu menggambarkan jawaban mayoritas ( ngarep sih hee)