Tuesday, 25 November 2014

Sukses dan Bahagia



Kita seringkali melihat banyak orang  yang telah sukses dan bahagia. Mengapa demikian?? Jawabbnya tentu karena rata-rata manusia hanya akan melihat orang lain ketika mereka sukses dan bahagia. Itulah mengapa ada sebuah pepatah yang berbunyi “Rumput Tetangga Lebih Enak”

Diamana kita bisa melihat orang yang sukses dan bahagia? Buka internet buka alamat website orang sukses atau searching google pasti akan ketemu, datang ketoko buku cari biografi orang sukses banyak pilihannya, nyalain TV lihat acara talkshow ada beberapa yang bintang tamunya para orang sukses dan bahagia. Mau melalui internet, buku, atau TV dari ketiga media itu semuanya menjelaskan atau memaparkan hal yang sama yaitu kesuksesan dan kebahagian orang, kalaupun ada beberapa yang menjelaskan jatuh bangunnya pasti itu sedikit sekali bagiannya. Mengapa demikian? Dengan begitu akan lebih mudah menarik penonton atau pembaca untuk ikut meniru atau mengikuti apa yang dilakukan narasumber agar bisa bahagia dan sukses.
rahasia sukses

Berbeda dengan narasumber diatas www.syahilal.blogspot.com akan selalu memaparkan semuanya tanpa mendominasikan kisah suksesnya saja hehe.

Dalam kenyataan nyata tak ada yang namanya hasil tanpa usaha. Mau pintar ya belajar dengan giat, mau kelihatan maco ya rajin fitness, mau kelihatan sexy ya senam, mau kelihatan cantik ya make up, mau sukses dan bahagia ya harus kerja keras. Dalam proses kerja keras itu, aku selalu yakin akan ada banyak kesusahan dan kemalangan yang terjadi bertubi-tubi hingga akhirnya setelah berusaha. Mereka yang bersabar akan sampai dikehidupan yang sukses dan bahagia. Namun sayangnya banyak dari kita yang berhenti ketika menemukan 4-5x kegagalan.

Aku jadi teringat sebuah ungkapan dari Bong Chandra “ketika kita lari dan terjatuh, tentunya kita akan terjatuh kedepan. Jadi kalaupun kita jatuh itu memang hasilnya sama namun kita lebih dekat dengan tujuan kita” dalam hal ini tentunya sukses dan bahagia.

 banyak rejeki = bahagia

Karena 5 tahun kedepan penerimaan PNS akan dibatasi kecuali bidang Kesehatan dan Keguruan. Jadi mari kita berusaha agar bisa sukses dan bahagia, salam damai dariku sahabatmu.

Monday, 24 November 2014

SELAMAT HARI PAHLAWAN TANPA TANDA JASA



Hari ini merupakan hari guru nasional, sebagai seorang yang awalnya buta akan pendidikan hingga kini bisa menjadi mahasiswa, seorang mahasiswa yang memiliki rasa nasionalisme tinggi, serta sebagai seorang anak yang lahir dari rahim ibu yang sekarang berprofesi sebgai Guru.

selamat hari guru

Pertama ucapkan selamat hari guru ini aku persemahkan untuk Ibu Mismasroh, yang telah sukses mengajari kami (Aku, adik pertamaku Sandi Kurniawan, dan adik keduaku alm.Alvin) tentang segala hal yang baik dalam hidup ini.

Untuk guru-guru SD-ku di SDN 01 Kalirandu terimakasih telah dengan sabar mengajari aku cara menghitung, cara menulis, cara sopan santun yang baik. Special untuk Bapak Disan yang pada eranya suka melemparkan kapur tulis kearah siswanya yang rebut, yang suka menjewer siswanya ketika ga ngerjain tugas. Tapi terimakasih bapak berkatmu aku kini bisa menjadi seorang yang disiplin.

Tanpa masa SD aku tak akan bisa menginjak pendidikan tingkat SMP.

Untuk guru-guru SMP-ku di SMPN 01 Petarukan terimakasih telah dengan kasih sayang membimbing kami yang pada saat itu masih labil dan gampang terpengaruh hal-hal baru, terimakasih telah mengawasi kami sehingga tetap tumbuh dalam pergaulan yang tak terjerumus hal negative. Spesialnya untuk Ibu IIs yang selalu memotong rambut poniku, melubangi celana osisku dibagian dengkul-nya saja (karena kepanjangan), dan menyuruhku berlarian keliling lapangan voli. Berkatmu kini aku bisa lebih doyan olahraga bu, tapimasalah rambut aku tetap nyaman dengan poni bu hehe.

Setelah kita sukses melewati masa labil di SMP, akhirnya kita menginjak di fase SMA.

Untuk guru-guru SMA-ku di SMAN 02 Pemalang terimakasih karena telah menjadi bagian dari cerita-ku yang indah, mulai dari kisah cinta, kenakalan yang selalu masih kalian toleransi, sabar menyikapi kami selayaknya putra-putri kalian. Spesialnya untuk ibu Elisa, guru yang pada saat itu aku taksir karena kecantikannya, karena senyumnya yang manis (kalau ibu baca, jangan marah ya bu piss)

Ga semua nama guru yang berperan dalam kehidupkanku bisa aku sebutkan satu per satu, tapi sekali lagi aku ucapkan selamat hari guru nasional wahai bapak ibu guru-ku. Keberadaanku tak akan seperti sekarang ini jika saja kalian tidak mengajariku sesuatu, jika kalian tidak menerimaku sebagai muridmu. Semoga kalian semua selalu diberikan keshatan dan rizki yang melimpah oleh-NYA amiin.

Saturday, 22 November 2014

Modal “Nol” itu tak pernah ada.



Aku sering membaca dan mendengar beberapa statement para pelaku bisnis atau pengusaha yang sering berucap bisnis itu hanya bermodal “Nol” atau kadang berucap berbisnis itu ga mahal cukup dengan modal “Nol”.

  Bisnis

Nah berhubungan dengan statement itu, aku memiliki pendapat yang berbeda.Bukan berarti pendapat mereka salah atau kurang bagus. Hanya saja aku memiliki pemikiran yang berbeda perihal modal “Nol” dalam berbisnis. Pandangan atau pendapatku ga ada yang namanya modal “Nol” untuk bidang bisnis apapun. Jadi hematku apapun bisnis atau usaha yang akan teman-teman geluti itu akan selalu membutuhkan modal, mulai dari niat ingin berbisnis, lalu mencari ide bisnis apa, terus menyusun plan apa yang akan dilakukan, sampai ke tahap membangun bisnis kalian sendiri. Semua itu Modal awal yang memang tidak membutuhkan materi (dalam hal ini uang) akan tetapi hal ini lebih berharga dari uang karena jika diuangkan sebuah ide itu tak akan mampu dibeli dengan uang berapapun dan itu berarti bahwa Modal tidak sama dengan “Nol”.

 Modal Awal

Saranku apapun bisnis atau usaha yang teman akan coba. Meskipun itu hanya bermodal ide jangan pernah berfikiran kalau usaha kalian itu bermodal “Nol”. Logikanya jika kita merasa telah keluar modal yang akan kita lakukan pertama adalah berfikir bagaimana untuk mengembalikan modal kita dan meraup untung. Selamat berbisnis kawanku karena kata om BOB “Sekecil apapun bisnismu kamu akan menjadi Bos”.
Kalau teman ada yang memiliki pendapat berbeda jangan sungkan berbagi ya.