Tuesday, 14 April 2015

UDIN sang PEMIMPI Part 2



Sabtu ini dengan baju kotak-kotak dan tas ransel yang lusuh ditemani stopmap merah pembungkus proposal aku menuju kampus tercinta. “woi tumben nongol dikampus bro” teriak Andi seraya menyapaku. “Biasa rutinitas mahasiswa semester akhir bro” jawabku. Sepuluh menit obrolan ini berlalu, mulai dari membahas skripsi kita masing-masing, curhat susahnya ngerjain revision sampai ke angan-angan setelah lulus nanti mau ngapain. “udah dulu ya bro, mau ketemuan sama pak dosen nih” tutupku sembari berjalan. Kini kelar sudah konsultasi dengan dosen, pulang dengan membawa proposal dengan coretan merah sana sini.


Proposal penuh coretan ini aku bawa langsung menuju gudang kostku yang berjarak tak jauh dari kampus. Langsung ku buka laptop Acer Aspire yang telah lima tahun kumiliki, masih bekerja maksimal meski dengan carger yang harus selalu menempel, maklum tanpa carger lima menitpun tak kuat laptopku ini bekerja. Otak mulai panas, lelah mengutak atik merevisi coretan merah-nya pak dosen. Kuambil mp3 player lalu kusambungkan dengan speaker aktif mini dan jreeengg keluarlah suara dari band idolaku PETERPAN yang sekarang berganti nama menjadi NOAH. Cukup mendinginkan otak yang panas, sembari istrirahat dan menikmati music aku kembali mengulang pertanyaan yang sempat terlontar dalam obrolan bersama Andi tadi. Mau ngapain nih aku setelah lulus kuliah? Nah  iya mau apa nih setelah lulus, ah bodo yang penting lulus dulu jawabanku mencoba menenangkan kegundahan ini.


Malam ini bulan bersinar lebih cerah dari malam biasanya, nambah asik dinner bareng sama ce.ku “Embrot”. Moment dinner ini biasanya jarang terlewat untuk kita berdua. Sambil makan dan ngobrol ngalor-ngidul, aku tercetus untuk menceritakan mimpi yang masih membuatku kepikiran. “Mbrot,, kemarin aku mimpi serasa memasuki suatu kelas yang bagus dengan dekorasinya, lengkap dengan anak-anak kecil yang sibuk bermain bola. Aku disitu seukuran mereka. Kira-kira pertanda apa ya?”. Embrot langsung menimpali “ ah rindu masa kecil tuh km Nong”. “Kamu ko, ditanyai malah gitu. Beneran nih lagi kepikiran banget sama mimpi itu?” balasku dengan nada yang meninggi. Beberapa saat setelah jari Embrot dikening, seolah telah berfikir keras dia berkata “Mungkin kamu harus jadi guru kali Nong, eh tapi kamu kan Kesehtan ya kuliahnya. Udah paling juga mimpi biasa”. “Ya udah deh Mbrot, mungkin emang mimpi biasa” tutupku.


Jadi Guru?? Benar itu impianku ketika aku awal memasuki dunia SMA dulu. Apa mungkin itu arti dari mimpi yang menggangku selama ini? Tapi bagaimana seorang sarjana Kesehatan bisa menjadi guru?? Kini pertanyaan it uterus berputar dikepalaku, menggeser pertanyaan dulu yang menanyakan apa maksud mimpi yang tiba-tiba muncul dan membekas diotakku.

Kira-kira apakah si Udin menjadi guru atau makna mimpinya berubah ya?? bantu komentar dan akan menjadi kelanjutan cerita ini selanjutnya, sebelumnya makasih ya kawan

Sunday, 12 April 2015

UDIN sang PEMIMPI



Aku terbangun entah dimana, semua sepi semua damai tanpa ada gangguan. Aku terus berjalan dan melintasi kenyamanan ini hingga akhirnya sampai pada suatu kelas. Suasananya nampak damai dan seru dengan adanya dekorasi yang indah warna-warni. Suara anak-anak ramai berebut bola disekitarku. Tubuhku seukuran dengan mereka tapi entah mengapa aku bisa memikirkan semua ini. Apa yang salah dengan semua ini? Ada dimana aku ini? Mengapa aku merasa seolah berumur jauh lebih banyak dari mereka yang Nampak seumuranku?


Mimpi

                                                         
Kira-kira itulah yang muncul dalam fikiranku sebelum akhirnya aku kembali terbangun di libur pagi yang cerah ini. Aku Udin 22 tahun, seorang mahasiswa kesehatan tingkat akhir yang sedang sibuk dengan skripsinya. Pagi ini aku tuangkan kopi susu favoritku kedalam cangkir mungil yang selalu setia menemani begadangku, dengan tuangan air panas dari dispenser siaplah sudah teman pagiku ini. Aku kembali jatuh kedalam mimpi yang aku rasakan sesaat sebelum aku terbangun. Mengapa aku memimpikan hal itu?? Dimana lokasi itu? Aku coba mengingat masa-masa sekolahku mulai dari SD hingga SMA. Namun tetap nihil dan tak menenemukan satu kelaspun yang cocok dan sesuai dengan penggambaran yang ada dimimpiku itu.


Secangkir kopi susu telah tersedot habis olehku, hanya ampas yang masih tersisa didasar cangkir mungilku. Kini aku siap kembali untuk  melanjutkan rutinitasku sebagai mahasiswa akhir yang akan sibuk bolak-balik kantor sang dosen pembimbing dengan proposal skripsiku.  Apakah mimpi Udin akan memberikan sebuah cerita baru atau hanya sebatas bunga tidur yang hanya menjadi pelengkap tidurnya?? Kita berjumpa di episode selanjutnya ya guys.


Nb: gambar diatas aku ambil dari sebuah postingan dalam blognya Adikatirta 
disana dia bercerita tentang keresahannya dengan impian yang dimilikinya. 

Tuesday, 31 March 2015

UPDATE PUSDEMI AKHIR MARET



Tak terasa sudah empat bulan PUSDEMI beroperasi sejak pertama lahir kedunia  07 Desember 2014 kemarin hehe. Aku masih bener-bener belajar dalam perjalanan ini. Jadi bagi kawan semua yang punya saran  jangan ragu untuk membaginya bersama kami ya, biar kedepanya perjalanan PUSDEMI ini akan selalu berkembang kearah yang lebih baik lagi.

Nah untuk memenuhi janjiku yang akan secara terbuka dan trasnparan untuk menceritakan pengoprasian PUSDEMI, mari kita awali dengan update akhir maret 2015. Jadi per akhir maret PUSDEMI telah memiliki total buku sebanyak 58 Buah yang merupakan gabungan dari donasi yang teman-teman berikan dengan buku yang kami beli. PUSDEMI juga berencana untuk memiliki kas keuangan yang berfungsi untuk menopang pengoprasian kedepanya, seperti; membeli buku (minimal 1buah tiap bulan), untuk menggaji karyawan (nantinya jika sudah memiliki bentuk fisik) serta hal-hal lain yang tak terduga. Per akhir maret Kas keuangan PUSDEMI ada Rp. 5000,00. Karena baru awal segitu dulu ya pelaporannya

Selanjutnya kita keluar dari tema posting diatas yang kawan, maklum mumpung ide masih muter diotak. Kalau di simpen taktunya susah buat ngeluarinnya menjadi posting nantinya hehehe.



#SelamatHariFilmNasional


 
Karena ini masih bulan maret aku ingin mengajak teman semua untuk aktif menonton film-film Indonesia. Maklum untuk memperingati bulan Perrfilman Nasional, mengapa kita perlu menonton? Kan film Indonesia kalah bagus sama film Hollywood dan Bollywood?
Berikut jawabanku yang semoga bisa mencearahkan kegundahan hehe. Benar memang film Indonesia tak sebagus film-film produksi Hollywood atau Bollywood, tapi bukan semua film Indonesia. Ada beberapa film Indonesia yang bagus dan bisa masuk deretan film favorit di mancanegara sana.

Terus kenapa harus menonton film Indonesia??
Jawabanya adalah, kalau kita yang pemuda bangsa tidak bisa mengapresiasi karya anak bangsa sendiri, bagaimana mungkin kita berharap penikmat mancanegara akan mau mengapresiasi film kita? Lagian ga ada ruginya kalau kita menonton film karya bangsa sendiri, kalaupun filmnya menurut kalian itu jelek. Kalian bisa memberikan komentar, saran yang bisa sedikit mengurangi kekecewan kalian karena filmnya jelek hehe. Kalau pas filmnya bagus jangan lupa untuk men-share atau sekedar memberikan pujian disosmed yang kalian punya.
Harapanku dengan banyaknya reaksi yang aku dan kalian semua berikan itu akan berdampak positif untuk perkembangan perfilman Nasional, sehingga nantinya perfilman nasional akan mampu setara dengan perfilman Hollywod dan Bollywood atau bahkan mengungguli mereka amiin. Disaat itu aku dan kalian bisa berbangga diri karena berkat apresiasi dan respon kita terhadap perfilman nasionalah yang menjadikannya bagus seperti itu.