Selasa, 22 Juli 2014

HARI ANAK INDONESIA



Seperti yang sempat aku jabarkan akan ada 4 piala kemeriahan di bulan. Mulai dari yang pertama piala kemenangan Germany dalam pentas world cup. Kedua baru semalam kita rasakan yaitu piala presiden yang jatuh ketangan Bapak Jokowi dan JK sebagai presiden dan wakil presiden. Ketiga tanggal 23 juni sekarang yang menrupakan Hari Anak Nasional. Aku ucapkan selamat wahai anak-anak Indonesia.

hari anak nasional 2014

Hari besar untuk anak-anak di Indonesia ini, semoga bisa menjadi pemacu semangat untuk terus belajar dan belajar. Seperti wejangan dari bapak Susilo Bambang Yudhoyono “Terus belajar degan gigih dan raih prestasi. Negara menunggu karya dan pengabdian kalian menuju masa emas Indonesia” dalam kicauannya di @SBYhudoyono.

Diluar sisi postif diatas, Masih banyak sisi negative dalam peringatan hari akbar ini. Di lingkungan sekitar aku melihat anak-anak yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak mereka malah sibuk mengamen di perempatan jalan, bus-bus, dan di taman-taman kota. Mengapa demikian? Kenapa di hari besar mereka ini, mereka masih harus bekerja demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga? Semoga pemerintah akan mampu mengurangi terus sisi negative diatas. Untuk kedepannya agar perayaan hari anak ini semakin menjadi moment yang membahagian untuk anak-anak di Indonesia.
 
Sekali lagi aku ucapkan selamat hari anak untuk seluruh anak di Indonesia tercinta ini. Teruslah perjuangkan mimpi-mimpimu. Jangan biarkan dunia membatasi mimpimu. Dengan mimpimu itu kelak kau akan mampu membanggakan nama INDONESIA di mata dunia.


Senin, 21 Juli 2014

Presiden Baru bangsa Indonesia



Selamat untuk bapak Joko Widodo dan bapak Jusuf Kala yang berdasarkan penghitungan resmi oleh kpu memenangkan Pilpres yang dilaksanakan 09 Juli kemarin. Bapak sekalian terpilih oleh rakyat dan dipercayakan rakyat untuk mempimpin Indonesia 5 tahun kedepan (2014-2019).


Presiden dan Wakil Presiden RI (2014-2019)


Buatah kabinet yang seperti bapak inginkan, buktikan tidak ada pembagian kursi. Buatlah kita kembali bersatu setelah sempat terbagi menjadi dua kubu. Buatlah kami bangga memiliki bapak sebagai pemimpin kami.

Selain ucapan selamat untuk presiden baruku ini, aku juga mau memberikan sedikit pesan buat para simpatisan atau pendukung baik dalam kubu yang menang atau dalam kubu yang kalah. Dalam perlombaan pilpres seperti ini kita hanya akan mendapatkan satu pemenang. Semoga pendukung yang menang bisa memposisikan diri menikmati kemenangan tanpa perlu mengejek yang kalah dan yang kalah akan mampu menerima kemenangan lawan dengan lapang dan legowo.

Kita boleh berbeda pilihan saat pilpres kemarin, tapi setelah kini sudah ditentukan siapa pemimpin kita siapa presiden kita. Kita harus mendukung apa yang nanti akan beliau laukukan untuk memajukan dan mensejahterakan bangsa Indonesia.

Seoarang pemimpin sebaik dan sebagus apapun tak akan pernah mampu merubah apapun jika kita “Rakyat” tidak men support atau mendukungnya.