Tuesday, 31 March 2015

UPDATE PUSDEMI AKHIR MARET



Tak terasa sudah empat bulan PUSDEMI beroperasi sejak pertama lahir kedunia  07 Desember 2014 kemarin hehe. Aku masih bener-bener belajar dalam perjalanan ini. Jadi bagi kawan semua yang punya saran  jangan ragu untuk membaginya bersama kami ya, biar kedepanya perjalanan PUSDEMI ini akan selalu berkembang kearah yang lebih baik lagi.

Nah untuk memenuhi janjiku yang akan secara terbuka dan trasnparan untuk menceritakan pengoprasian PUSDEMI, mari kita awali dengan update akhir maret 2015. Jadi per akhir maret PUSDEMI telah memiliki total buku sebanyak 58 Buah yang merupakan gabungan dari donasi yang teman-teman berikan dengan buku yang kami beli. PUSDEMI juga berencana untuk memiliki kas keuangan yang berfungsi untuk menopang pengoprasian kedepanya, seperti; membeli buku (minimal 1buah tiap bulan), untuk menggaji karyawan (nantinya jika sudah memiliki bentuk fisik) serta hal-hal lain yang tak terduga. Per akhir maret Kas keuangan PUSDEMI ada Rp. 5000,00. Karena baru awal segitu dulu ya pelaporannya

Selanjutnya kita keluar dari tema posting diatas yang kawan, maklum mumpung ide masih muter diotak. Kalau di simpen taktunya susah buat ngeluarinnya menjadi posting nantinya hehehe.



#SelamatHariFilmNasional


 
Karena ini masih bulan maret aku ingin mengajak teman semua untuk aktif menonton film-film Indonesia. Maklum untuk memperingati bulan Perrfilman Nasional, mengapa kita perlu menonton? Kan film Indonesia kalah bagus sama film Hollywood dan Bollywood?
Berikut jawabanku yang semoga bisa mencearahkan kegundahan hehe. Benar memang film Indonesia tak sebagus film-film produksi Hollywood atau Bollywood, tapi bukan semua film Indonesia. Ada beberapa film Indonesia yang bagus dan bisa masuk deretan film favorit di mancanegara sana.

Terus kenapa harus menonton film Indonesia??
Jawabanya adalah, kalau kita yang pemuda bangsa tidak bisa mengapresiasi karya anak bangsa sendiri, bagaimana mungkin kita berharap penikmat mancanegara akan mau mengapresiasi film kita? Lagian ga ada ruginya kalau kita menonton film karya bangsa sendiri, kalaupun filmnya menurut kalian itu jelek. Kalian bisa memberikan komentar, saran yang bisa sedikit mengurangi kekecewan kalian karena filmnya jelek hehe. Kalau pas filmnya bagus jangan lupa untuk men-share atau sekedar memberikan pujian disosmed yang kalian punya.
Harapanku dengan banyaknya reaksi yang aku dan kalian semua berikan itu akan berdampak positif untuk perkembangan perfilman Nasional, sehingga nantinya perfilman nasional akan mampu setara dengan perfilman Hollywod dan Bollywood atau bahkan mengungguli mereka amiin. Disaat itu aku dan kalian bisa berbangga diri karena berkat apresiasi dan respon kita terhadap perfilman nasionalah yang menjadikannya bagus seperti itu.

Wednesday, 25 March 2015

UNDANGAN TERBUKA UNTUK MASYARAKAT INDONESIA

Teruntuk kawan sebangsaku, masyarakat Indonesia. Seperti kita tahu isi dari pembukaan UUD RI 1945 yang berbunyi “Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memanjukan kesejahteraan umum, MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social”.

Negara dalam UDD telah berjanji untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun hal itu bukan semata-mata menjadi tugas Negara dan kita sebagai warga Negara hanya berdiam diri. Oleh karenanya Aku sebagai generasi muda yang peduli dengan pendidikan Indonesia dengan ini mengajak kawan sebangsaku untuk ikut melunasi janji Negara untuk mencerdaskan bangsa.

Tak perlu dengan hal-hal yang besar dan berdampak langsung. Saya bersama Yayasan Perpustakaan Desa Mini berusaha untuk memnyediakan buku-buku yang bias diakses oelh anak-anak Indonesia. Untuk tahap awal kami akan dikhususkan untuk wilayah desa Kalirandu tempatku tingggal. Karena calon pemimpin bangsa di era mendatang adalah merkeka(Baca;Anak-anak). Maka kita bertugas untuk memfasilitasi mereka agar berwawasan luas. Melalui buku merekaakan belajar, dan dari buku wawasan mereka akan bertambah.

Logo Pusdemi


 Facebook : Grup Fb Pusdemi
BBM : 74AC0E6F
NO : 087711573644



Thursday, 19 March 2015

Gerakan satu Buku tiap Bulan ke #3



Proses ketik mengetik dan posting memposting blog ini sempet vakum gara-gara jadwal KKN kemaren, Karena hal itu aku kembali sering bingung untuk mulai posting lagi. Tapi setelah buka catatan Bau Busuk (read;buku diary) yang dengan kerja keras aku usahakan untuk terisi dengan berbagai tulisan atau sekedar corat-coret disana-sani. Akhirnya kutemukan bahan posting yang seharusnya rutin aku posting yakni gerakan Satu Buku tiap Bulan.

Gerakan ini merupakan gerakan yang mengajak teman semua untuk bersama-sama menyebarkan virus doyan membaca kepada siapapun yang ada disekitar lingkungan teman semua. Dalam bentuk konkretnya saya AJI SETIAJI HILALUDDIN membentuk Yayasan Perpustakaan Desa Mini, yang sudah berdiri per tanggal 7 Desember 2014. Oke pengenalan singkatnya cukup dulu, kita masuk ke buku apa yang akan aku share ke teman semua bulan ini.

Bulan Maret 2015 ini aku telah membaca sebuah buku yang berjudul STEAL LIKE AN ARTIST karya Austin Kleon. Dalam buku ini di paparkan bagaimana sebenernya alur suatu seni tercipta, bagaimana proses meniru idola yang tak sukses hingga 100% yang menjadikan kita orisinal, atau bagaimana cara menjaga kreatifitas agar tak mudah buntu. Buku ini sungguh sangat saya rekomendasikan untuk teman-teman yang pengen menambah wawasan seputar karya seni yang original dan layak untuk dicuri. Karena ini share jadi ga semua isinya aku beberin ya, jadi selamat berburu buku yang aku rekomendasikan ini.


Buku Karya Austin Kleon